TUNGGAL HATI SEMINARI - TUNGGAL HATI MARIA

Fortiter in Re, Suaviter in Modo
Fiat Voluntas Tua
secundum Verbum Tuum
Renungan PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 12 February 2008

 

(The Power of Positive Attitude)
 
WINNER  VS  LOSER

 

The Winner is always part of the answer

The loser is always part of the problem

The Winner says “Let me do it for you”

The Loser says, “That’s not my job”

 

The Winner sees an answer for every problem;

The Loser sees a problem in every answer

The Winner goes through a problem;

The Loser goes around a problem and never gets to it.

 

The Winner says, “It may be difficult but it’s possible”;

The Loser says, “It may be possible, but it’s too difficult”,

The Winner thinks, “I’m good, but not as good as I should or could be.”

The Lose thinks, “I’m not as bad as some of the others”.

 

The Winner makes commitment;

The Loser makes promises.

The Winner focuses the gain;

The Lose focuses the pain.

 

The Winner is like a thermostat;

The Loser is like a thermometer.

The Winner makes it happen;

The Loser let it happen.

 

 “Kapan pun kita menghadapi kesulitan, berfokuslah pada solusi daripada berfokus pada masalahnya. Pikirkan dan bicarakan solusi-solusi yang terbaik untuk menghadapi kesulitan tersebut. Jangan buang waktu kita untuk membahas dan mempersoalkan masalahnya. Biasanya, berpikir dan berbicara tentang solusi akan mengarahkan kita secara positif. Sementara itu, berpikir dan membicarakan masalah akan mengarahkan kita pada hal-hal negative dan membuat kita berjumpa dengan kesulitan-kesulitan baru. Dengan cara selalu berfokus pada solusi, maka kita akan menjadi orang yang positif dan konstruktif.”

   
(-Fight like a Tiger Win like a Champion-)

 


Bila engkau mengasihi seseorang, engkau TIDAK memberikan segala-galanya untuk dia, engkau hanya memberikan yang TERBAIK saja bagi dia.

 

Refleksi:

Kita seringkali bila kita mengasihi seseorang kita harus memberikan apapun yang dia minta, bila kita tidak bisa memenuhi permintaannya, maka kita gagal mengasihi dia. Hal tersebut adalah salah, itu bukan tindakan mengasihi, melainkan “Memanjakan”. Bila kita mengasihi seseorang kita hanya memberikan yang terbaik saja bagi dia, meskipun kadangkala yang terbaik itu bisa terasa menyakitkan bagi dia. Seperti seorang ibu yang memberikan obat pahit pada anaknya, obat itu akan membuat sang anak menangis, tetapi obat itu akan menyembuhkan anak itu.

 

 

“Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna dan saling membangun”

 (Roma 14:19)

Last Updated ( Sunday, 20 April 2008 )
 
< Prev   Next >